Senin, 02 September 2013

Hari Lahirnya Kemarahan


Aku tahu kau diamdiam menangisinya
sementara di hari itu
tak sekalipun ia teriakan namamu

di rumah
di jalanan
terserah
baginya sama

kau yang gelisah sembunyisembunyi berdoa untuknya
sementara di hari itu ia berkata;

“Untuk apa berdoa
jika hari ini Tuhan tak berpihak pada kita berdua
hari ini Sang Maha Kuasa sedang berdiri di sisi mereka yang punya kuasa!”

kau memendam marah
pada mereka yang tumpahkan darah
demi sebuah kepentingan
demi sebuah keyakinan

yang juga kau yakini
yang juga tak kau mengerti

kau harus akui di hari itu kalau kau iri padanya
karena yang ia yakini yang juga buatnya mati
sementara kau harus terus bernafas
dengan berjuta jarum selamanya

katamu terasa sangat sulit
untuk bangga padanya hari itu
seperti menegakkan sebutir telur di ujung tanduk

tapi baginya,
untuk membuat keinginanmu nyata
sebutir telur harus rela retak ditancap
di ujung tanduk
binatang liar yang selama ini menakutimu

walau kau tak sudi jika dirinya yang harus mati
dan menjadi retak telur yang pergi
kau pasti tahu
kalau ia melakukannya untukmu

untuk rahim yang mengandungnya
untuk rahim yang melahirkan revolusi
untukmu,
ibu.

0 komentar:

Posting Komentar