Senin, 16 September 2013

Selembar Surat Cinta


Kita berdua,
Engkau dan aku.
Tak akan pernah sadar betapa besar
kekuatan sebuah asa yang meregang nyawa.

Kepedihan  seorang anak
menangisi ibunya,
merindukan ayahnya.

Ketakutan seorang prajurit
berperang dalam darah
dan amarah tak kunjung usai.

Kesepian seorang manusia kecewa
dalam nadi
yang digoresnya.

Untukmu yang tengah jatuh cinta,
tulislah surat cinta sebanyakbanyaknya.
Untukku dan mereka.

Selembar surat cinta
yang membangkitkan ayah
dan menarik ibu
dari selimut tanahnya.

Selembar surat cinta
hentikan perang
paling dahsyat yang menjebak seorang prajurit dalam labirin kematian.
Membilas darah dan amarah ditubuhnya.

Selembar surat cinta
yang menyambung nadi putus
seorang manusia kecewa.
Lalu memompa kembali nafas
dari jantung lalu menggebugebu.

Dan untukmu,
belatungbelatung yang hidup
dalam sebuah harapan membusuk.

Bacalah surat cinta yang diamdiam kubuat untukmu.
Bacalah setiap hari
Sampai kau tak sanggup lagi.

Lalu sampaikan surat cintaku untukNya.
Yang tengah membuat surat cinta
untukmu,
untuk kita
di atas meja kerjaNya yang penuh tinta merah muda.

0 komentar:

Posting Komentar