Kita berdua,
Engkau dan aku.
Tak akan pernah sadar
betapa besar
kekuatan sebuah asa
yang meregang nyawa.
Kepedihan seorang anak
menangisi
ibunya,
merindukan
ayahnya.
Ketakutan
seorang prajurit
berperang dalam
darah
dan amarah tak
kunjung usai.
Kesepian seorang
manusia kecewa
dalam nadi
yang digoresnya.
Untukmu yang
tengah jatuh cinta,
tulislah surat
cinta sebanyakbanyaknya.
Untukku dan
mereka.
Selembar surat
cinta
yang membangkitkan
ayah
dan menarik ibu
dari selimut
tanahnya.
Selembar surat
cinta
hentikan
perang
paling dahsyat
yang menjebak seorang prajurit dalam labirin kematian.
Membilas darah
dan amarah ditubuhnya.
Selembar surat
cinta
yang menyambung
nadi putus
seorang manusia
kecewa.
Lalu memompa
kembali nafas
dari jantung lalu menggebugebu.
Dan untukmu,
belatungbelatung
yang hidup
dalam sebuah
harapan membusuk.
Bacalah surat
cinta yang diamdiam kubuat untukmu.
Bacalah setiap
hari
Sampai kau tak
sanggup lagi.
Lalu sampaikan
surat cintaku untukNya.
Yang tengah
membuat surat cinta
untukmu,
untuk kita
di atas meja
kerjaNya yang penuh tinta merah muda.
0 komentar:
Posting Komentar