Sabtu, 14 September 2013

Plot Terakhir



Gincu seorang pelacur sedang merambatrambat menyelidiki leher orangorang yang lelah mencoratcoret langit senja menjadi warna birahi di kepalaku,
warnanya HITAM PEKAT!

Kutancapkan sebatang pena murahan di ubunubun penuh dengan bangkai
gagasan
yang mati muda. Bau busuk anyir darah keluar bersama argumentasi yang kering dan pongah. Nyawaku habis.

Aku Mati.

Seekor serigala lalu masuk dan membuat sarang. Di kepalaku yang kini
kopong. Terkuras. Mati. Busuk. Padam. Senyap. Hilang. Lebur. Api. Abu-abu. Sekarat. Gundah. Lunglai. Marah. Sadis. Benci. Laknat. Bejat. Murka. Kasar. Pukul. Hantam. Iris. Congkel. Injak. Remuk. Pecah. Merah. Kuning. Hijau. Biru. Laut. Burung camar. Semilir angin mengeluselus wajahku.

Hujan turun.
Pelangi datang.
Warnawarna lain lalu berbaris.
Masuk satupersatu ke bola mataku yang kering.

Tibatiba semuanya usai

Aahh...!
Lalu begitu hangat
begitu tenang
begitu indah
begitu damai
teduh dan bebas..

Kedamaian membuatku tetap terbang,
saat para bidadari menatap cemburu sambil menggigitgigit kedua belah sayapku yang mengambang diantara awanawan warna pastel..

Aaahh... kebebasan..
maaf serigala, cuma ini yang aku bisa berikan padamu untuk hiasi sarangmu yang baru.

D
alam kepalaku.Top of Form
Bottom of Form

0 komentar:

Posting Komentar