Rabu, 11 September 2013

Pada Halaman Pertama



Angin membawa aroma dari halaman buku yang menguning kembali pada lubang hidungku yang terbuka.
Gambar di atas kertasnya belum hilang tertutup jamur, belum mengering tinta yang membentuknya.

Lembar halaman dari buku-buku baru,
datang
kata dan huruf baru,
datang.
Semua yang baru datang tak pernah tersimpan,
mengering tertiup angin yang engkau dan aku tiupkan.

Engkau pada halaman pertama
Aku pada gambar di atasnya.
Masih ada halaman yang belum selesai kubaca.

Dan aku
hanya enggan membaca buku buku baru
hurufhuruf baru
gambargambar baru
dan sajaksajak baru.

Ke halaman pertama aku kembali
mencari gambar dan sajak
dan tinta yang selamanya basah.

Jangan kering tinta diatasnya.
Jangan mengering gambar dan sajakku,
pada halaman pertama yang tak akan pernah selesai ku baca.

0 komentar:

Posting Komentar