Minggu, 08 September 2013

Mata Mata Mata


Mata Mata Mata
Melihat cinta di antara warna warna manusia dan rupanya

Mata Mata Mata
Melihat duka d balik celana lusuh
pengemis dan trotoar retaknya

Mata Mata Mata
melihat benci di belakang sakusaku
jas mewah gembonggembong berhati kosong

Mata Mata Mata
melihat kemaluan di balik celana dalam pelacur
di balik semak semak
di balik birahi
di balik kehidupan
di balik nafsu yang panjang

di balik dunia yang terbalik

Mata Ketiga
Menuntun jemari seorang penyendiri
Melihat engkau kasihku,
dan aku
hurufhuruf yang merayap di atas selembar puisi ini.

0 komentar:

Posting Komentar