Senin, 16 September 2013

Sepasang Gagak


Untuk yang kekasihku:
            Ada yang mati lagi di televisi
            Diinjakinjak sampai lemas
            Sudah tak bergerak

            Ada yang tak bernafas
            Dalam selokan kering berkerak
            Dirajam birahi sudah puas

            Ada yang abadi
            Tersenyum di balik dupa dan figura
            Setelah yang kelaparan menembaknya

            Ada yang diam penuh luka mati
            Di hajar batubatu dari surga
            Karena perbedaan dari neraka

Untuk yang mati; kekasihku
Aku bertanya padamu

Mengapa yang lapar enggan menicintai yang kenyang?
Mengapa lakilaki enggan mencintai perempuan tanpa birahi?
Mengapa putih enggan mencintai hitam; lalu bagaimana kabarnya abuabu?
Mengapa manusia enggan mencintai manusia lainnya dengan tulus,
            Seperti aku yang mencintai dirimu; kekasihku?

Begitu banyak yang mati; kekasihku
Yang kucium
Hanya bau bangkai manusia dimanamana
Dan kita bisa makan enak malam ini
Sebelum selesai kau hapus darah kemarin dari paruhmu
Engkau dan aku, hanya manusia yang terkutuk menjadi gagak
Kekasihku.

0 komentar:

Posting Komentar