Untuk yang kekasihku:
Ada yang mati lagi di televisi
Diinjakinjak sampai lemas
Sudah tak bergerak
Ada yang tak bernafas
Dalam selokan kering berkerak
Dirajam birahi sudah puas
Ada yang abadi
Tersenyum di balik dupa dan figura
Setelah yang kelaparan menembaknya
Ada yang diam penuh luka mati
Di hajar batubatu dari surga
Karena perbedaan dari neraka
Untuk yang mati;
kekasihku
Aku bertanya
padamu
Mengapa yang
lapar enggan menicintai yang kenyang?
Mengapa lakilaki enggan
mencintai perempuan tanpa birahi?
Mengapa putih
enggan mencintai hitam; lalu bagaimana kabarnya abuabu?
Mengapa manusia
enggan mencintai manusia lainnya dengan tulus,
Seperti aku yang mencintai dirimu;
kekasihku?
Begitu banyak
yang mati; kekasihku
Yang kucium
Hanya bau
bangkai manusia dimanamana
Dan kita bisa makan
enak malam ini
Sebelum selesai
kau hapus darah kemarin dari paruhmu
Engkau dan aku,
hanya manusia yang terkutuk menjadi gagak
Kekasihku.
0 komentar:
Posting Komentar