Setiap ku melamun
Ada suara tanah yang bergeser,
retak,
retak,
ada suara baja beradu besi
jatuh di lantai,
mati,
ada cermin pecah
jatuh di antara daun telinga,
kulitku
berdarah.
Dan yang kudengar
hanya suara angin subuh meniup daun daun bambu di atas sajaksajakku.
Dan suaramu,
dan suaramu,
menumpulkan duriduri tajam yang menyayat telinga dan sajakku.
Dan aku melamun
lalu kudengar suaramu dalam sajakku
setiap kali telingaku lelah mencari sunyi.
maka sekali lagi kumencari sunyi,
agar suaramu lebih jelas terdengar
dari baitbait
dalam kepalaku.
0 komentar:
Posting Komentar