Aku pasti akan dianggap bodoh jika mereka tahu aku menulis di atas kafanku sendiri.
Pertama
Orangorang tertawa
sekencangkencangnya
sambil terus berfikir
Mereka berakal
Aku sebaliknya.
Kedua
Orangorang tersinggung
ketika aku bercerita
dengan senyum
percaya diri
dan nyali tak terpatahkan.
Ketiga
Orangorang mulai marah
kesal tanpa sesal
meludah di atas wajahku.
Mereka berakal
Aku sebaliknya
Keempat
Orangorang memukul
menginjakinjak tempurung
otak
akalku mereka pikir rusak.
Entah kemana nalar dan
perasaan mereka yang benar?
Mereka berakal
Aku bodoh.
Kelima
AKU TAK TAKUT
KARENA ORANG BODOH TAK
PERNAH TAKUT!
Keenam
Orangorang dipenuhi rasa
benci
caci maki tak hentihenti
menghujam tubuhku
dengan tinju dan kaki
Kelima
Antara aku mati dan jasad.
Orangorang terlambat,
kain kafan yang
kuceritakan dari tadi
sudah penuh aksaraaksara
cintaku untuk mereka.
Keenam
Tentang kain kafan tubuh
dan tanah
dimakan cacing
hancur remuk tercarbik
cambuk
malaikat kubur
Ketujuh
Darahku boleh haram
tapi wangi cinta di atas
kafan
selamanya tertanam
di hidung mereka
yang menginjakinjak mimpi
dan gagasan.
Kedelapan
Arwah tubuhku dalam kain
kafan
buat orangorang dalam
keraguan
mencekik leher mereka dengan
pertanyaan
untuk apa seorang lelaki
menulis di atas selembar kain kafan?
Kesembilan kesepuluh dan
seterusnya dan seterusnya
Untuk apa seorang lelaki
menulis di atas selembar kain kafan
jika ia harus mati di
tangan mereka
yang tak mampu membaca cinta
tertulis di tiap sudutnya?
0 komentar:
Posting Komentar