Sabtu, 14 September 2013

Romantika Erebus


Ketika ada sebuah tabung bening
berdiri tegak di hadapanmu
ku lihat pandangan matamu
menembus kekosongan didalamnya
melalui tipis kaca yang membentuknya

kau menjadi kekasihnya
tabung kaca dan kekosongannya

seorang pesulap menghampirinya
tibatiba lompat kedalamnya begitu saja
menuju ketidakmungkinan
di sempitnya ruang
hingga beku jadi keajaiban

ia menulis sesuatu dengan tinta hitam
di atas beningnya dinding kaca
aksaraaksara terbalik tak terbaca

menulis menulis
garis demi garis
matamu tak lagi tembus
tabung kaca dan kekosongannya

membuatmu begitu haus dan dahaga
mencakarcakar ujung kepala
‘tuk membaca aksaranya
‘tuk temukan maknanya

dengan sedikit mantra yang kau rapal
dalam sekejap kau berada dalam tabung kaca
lalu kau sadar sang pesulap telah hilang

gelap menghisap tubuhnya
seperti kau menghisap bibir
dirinya  yang kau cintai
dengan birahi yang menutup matamu
dengan asmara di kedua tanganmu

hanya aksara yang tinggal di dinding kaca
satu persatu muncul
menindihnindih yang lain
dengan kecepatan menipu indera
pekat pekat aksara tak jadi kalimat

kau tak temukan yang kau cari
kecuali kecewa dan gelap
kau tak akan mampu membaca kelam
kau takut memahami kegelapan

sampai hampa kembali hampiri
sampai akrab dengan semua itu lagi

ketika ada sebuah tabung bening
berdiri tegak di hadapanmu
ku lihat pandangan matamu
menembus kekosongan didalamnya
melalui tipisnya kaca yang membentuknya

kau menjadi kekasihnya
tabung kaca dan kekosongannya

lalu kau katakan kalau sajak ini berteletele
sampai kau putuskan untuk keluar dari rumit rayuannya
menyobek tabung mencari terang
dari cahaya yang tak pernah mencintai kegelapanmu.

0 komentar:

Posting Komentar