Ketika ada sebuah tabung bening
berdiri tegak di hadapanmu
ku lihat pandangan matamu
menembus kekosongan
didalamnya
melalui tipis kaca yang
membentuknya
kau menjadi kekasihnya
tabung kaca dan
kekosongannya
seorang pesulap menghampirinya
tibatiba lompat kedalamnya
begitu saja
menuju ketidakmungkinan
di sempitnya ruang
hingga beku jadi keajaiban
ia menulis sesuatu dengan
tinta hitam
di atas beningnya dinding
kaca
aksaraaksara terbalik tak
terbaca
menulis menulis
garis demi garis
matamu tak lagi tembus
tabung kaca dan
kekosongannya
membuatmu begitu haus dan
dahaga
mencakarcakar ujung kepala
‘tuk membaca aksaranya
‘tuk temukan maknanya
dengan sedikit mantra yang
kau rapal
dalam sekejap kau berada
dalam tabung kaca
lalu kau sadar sang
pesulap telah hilang
gelap menghisap tubuhnya
seperti kau menghisap
bibir
dirinya yang kau cintai
dengan birahi yang menutup
matamu
dengan asmara di kedua
tanganmu
hanya aksara yang tinggal
di dinding kaca
satu persatu muncul
menindihnindih yang lain
dengan kecepatan menipu
indera
pekat pekat aksara tak
jadi kalimat
kau tak temukan yang kau
cari
kecuali kecewa dan gelap
kau tak akan mampu membaca
kelam
kau takut memahami
kegelapan
sampai hampa kembali
hampiri
sampai akrab dengan semua
itu lagi
ketika ada sebuah tabung
bening
berdiri tegak di hadapanmu
ku lihat pandangan matamu
menembus kekosongan
didalamnya
melalui tipisnya kaca yang
membentuknya
kau menjadi kekasihnya
tabung kaca dan
kekosongannya
lalu kau katakan kalau
sajak ini berteletele
sampai kau putuskan untuk
keluar dari rumit rayuannya
menyobek tabung mencari
terang
dari cahaya yang tak
pernah mencintai kegelapanmu.
0 komentar:
Posting Komentar