Seorang penyair berkalung
syal abuabu, basah.
Resahnya kehujanan
masuk ke dalam sebuah kedai.
Menatap hujan di balik
jendela,
menyesap cokelat hangat
dari cangkir
penuh cinta yang mengepulngepul
di ujung jarijari genit
sang pramusaji.
di ujung jarijari genit
sang pramusaji.
Hujan masih cokelat di pelupuk mata
sementara di ujung senyum
masih ada cinta terjebak
masih ada cinta terjebak
Penyair lalu tulis sajak.
Hujan cokelat
Pahit dan manis
Begitu nyata
Terjebak di ujung senyum
Tersimpul di pucuk lidah.
Tersimpul di pucuk lidah.
Sementara hujan
benarbenar berakhir
Pahit dan manisnya masih jatuh
basahi sajak yang kering.
basahi sajak yang kering.
0 komentar:
Posting Komentar