Selasa, 17 September 2013

Sketsa Seorang Wanita Di Dapur Rumah


Di pagi hari buta aku melihat seorang wanita di dapur rumahku
Masak sesuatu untuk lakilaki kecilnya yang haus dunia
Wanita itu tahu,
Lakilaki kecilnya sedang menunggu
Lezatnya cinta yang sedang di masaknya.

Lakilaki kecilnya terus menunggu
Di sudut dapur ditemani mimpi.
Sampai malam hari,
Wanita itu belum juga selesai.

Dengan sakit hati,
Lakilaki kecilnya yang lapar pergi.
Menyusu pada malam,
mencari kenyang pada wanita lain

Wanita itu tak mengeluh,
Tapi aku bisa melihatnya berpeluh.
Air mata lalu jatuh di atas wajan
karena sedih yang ditahantahan.

Ketika lakilaki kecilnya terus saja menghisap puting susu malam,
Ia merasakan ada sesuatu yang hilang walaupun ia kenyang.
Lakilaki itu teringat kepada puting susu lain yang pernah memberikannya kehidupan,
Lalu berlarilari ke dapur rumahku seperti binatang yang diburu kematian.

Wanita itu menatapnya lekat dengan mata yang sudah kering
Dihapus kebahagiaan yang datang.

Anak itu lalu bertanya pada wanita itu:
“Apakah cinta yang tengah kau masak sudah matang?”

Wanita itu menjawab:
“Maaf, aku tidak bisa membuatnya matang”

Dengan senyuman, klakilaki kecil itu berkata:
“Tidak apa, jangan biarkan cinta itu matang,
seperti malam yang tidak pernah merelakanku
memahami lezatnya cinta yang datang dari kesabaran.”

Wanita itu lalu meneruskan masakannya,
Lakilaki kecil itu kembali duduk di sudut dapur rumahku
Ditemani mimpi
dan aroma cinta yang sedang dinantinya.

(Untuk seorang wanita yang selalu ada di dapur rumahku. Ibu)

0 komentar:

Posting Komentar