Minggu, 08 September 2013

Mencurangi Nalar


Pintu rumah, kayu jati
tempat manusia keluar
tempat manusia masuk
kebahagiaan tuannya membuat rumah itu
terasa sesak sempit sepi

Manusiamanusia pandai bicara masuk dari sana
menuju ruang keluarga
ke tengahtengah kita
berdongeng tentang rusaknya sebuah bangsa
dan tentang kebesaran dirinya
di belakang sebuah televisi canggih

Lalu seorang anak kecil masuk
lewat jendela kecil
hendak mencuri kerupuk di atas meja
Jelas ia lebih takut lapar
daripada dimarahi
daripada mati

Salah seorang di televisi baca khotbah boleh pinjam dari temannya:
“Moral bangsa ini sudah bobrok!
Tiang-tiang kebenaran sudah hancur!
Diinjakinjak manusia yang penuh dosa dan kesalahan.
Kalau saja bangsa ini enggan menyadarinya
dan mau bertaubat seperti diriku
maka kebaikan akan menemui kita...”

Televisi itu mati.
Manusia manusia di televisi itu juga mati.
Anak itu pergi,
bawa remote televisi di genggaman tangannya
sambil makan kerupuk curian dengan tangan satunya lagi.

0 komentar:

Posting Komentar