Senin, 02 September 2013

Ini


Jangan bertanya pada penyair
yang pendam cintanya dalam kata,
tentang ini.

Sebab sangat mungkin ia mengasingkanmu
dari bumi kau pijakkan kaki
dari rumput kau rebahkan tubuh.

Dimana pezinah bimbang bingung
tersesat melacak jejak ranjang tempat
cintanya tertinggal gantung.

Bertanyalah pada Tuhan
tentang ini.
Sebab Ia ‘kan menuntun mereka dan kau perlahanlahan
mendekathangat
cintaNya yang masak
di pucuk nalar manusia yang hampir busuk.

Ia ‘kan menjawab bertanya,
Kemanakah perginya kini
cinta yang raguragu
meluncur dari bibirmu
menuju bibirku?

Tentang ini,
Biarlah Ia dan aku sembunyikan jawabnya
di balik kabut puisi ini.

0 komentar:

Posting Komentar