Jangan bertanya pada penyair
yang pendam cintanya dalam
kata,
tentang ini.
Sebab sangat mungkin ia mengasingkanmu
dari bumi kau pijakkan
kaki
dari rumput kau rebahkan
tubuh.
Dimana pezinah bimbang
bingung
tersesat melacak jejak
ranjang tempat
cintanya tertinggal
gantung.
Bertanyalah pada Tuhan
tentang ini.
Sebab Ia ‘kan menuntun
mereka dan kau perlahanlahan
mendekathangat
cintaNya yang masak
di pucuk nalar manusia yang
hampir busuk.
Ia ‘kan menjawab bertanya,
Kemanakah perginya kini
cinta yang raguragu
meluncur dari bibirmu
menuju bibirku?
Tentang ini,
Biarlah Ia dan aku sembunyikan
jawabnya
di balik kabut puisi ini.
0 komentar:
Posting Komentar