Akankah sepatu imajiner mampu membawaku kepada tanah yang belum tentu ada?
Tanah yang selalu dijanjikan kepadaku.
Tanah yang Langitnya menggantungkan mimpimimpi manusia.
Tanah yang Lautnya memelihara kebebasan di antara karang dan ikanikan.
Tanah yang Hutannya menumbuhkan tanggatangga menuju surga.
Sementara disini, aku tak melihat sepatu imajiner melekat dikakiku, diantara tanah yang menghidupkan lumutlumut dan hutan yang tumbuhkan tanggatangga menuju surga.
Karena kata seorang teman yang telah lebih dulu sampai disana,
Tanah yang selalu dijanjikan kepadaku.
Tanah yang Langitnya menggantungkan mimpimimpi manusia.
Tanah yang Lautnya memelihara kebebasan di antara karang dan ikanikan.
Tanah yang Hutannya menumbuhkan tanggatangga menuju surga.
Sementara disini, aku tak melihat sepatu imajiner melekat dikakiku, diantara tanah yang menghidupkan lumutlumut dan hutan yang tumbuhkan tanggatangga menuju surga.
Karena kata seorang teman yang telah lebih dulu sampai disana,
"jika engkau tidak tidur lebih dulu, mana mungkin engkau mampu
memetik mimpimu?"
Lalu ia terbang sambil tertawa keraskeras, diantara talitali yang menggantungkan mimpi di tanah yang selalu dijanjikan kepadaku.
Dan yang kubisa cuma menatapnya sambil mengepal rindu kepadanya, diantara saku celana dan tangan yang hampa.
Lalu ia terbang sambil tertawa keraskeras, diantara talitali yang menggantungkan mimpi di tanah yang selalu dijanjikan kepadaku.
Dan yang kubisa cuma menatapnya sambil mengepal rindu kepadanya, diantara saku celana dan tangan yang hampa.
0 komentar:
Posting Komentar