Kamis, 12 September 2013

Melukis Hujan


Aku masih menunggumu melukis hujan lagi di atas kanvasku
dan di belakang punggungmu,
biarkan ku menghapus lukisan hujan yang baru saja kau buat
di atas kanvas melekat pada dinding benak

Katamu,
“Kita bisa melakukan ini sampai pelangi datang.”
Cuma aku yang tahu, pelangi yang kau nanti tak akan datang
saat  semua awan sudah kau tumpahkan di atas kanvasku.

Kini,
Aku cuma bisa menatap guratgurat sisa cat
lukisan hujan yang terdampar diantara serat kanvas

Biru itu gelap gelisah
saat tahu kau tak akan mampu melihat pelangi yang kau tunggu.

Biru itu gelap gelisah
Saat kau berkata,
“Biru itu kini kehilangan rindunya tepat di atas kanvas yang kuberikan padamu.”


0 komentar:

Posting Komentar