Aku masih menunggumu melukis hujan lagi di atas kanvasku
dan di belakang punggungmu,
biarkan
ku menghapus lukisan
hujan yang baru saja kau buat
di atas kanvas melekat
pada dinding benak
Katamu,
“Kita bisa melakukan ini sampai
pelangi datang.”
Cuma aku yang tahu, pelangi yang kau
nanti tak akan datang
saat
semua awan sudah kau tumpahkan di atas kanvasku.
Kini,
Aku cuma bisa menatap guratgurat sisa
cat
lukisan hujan yang terdampar diantara
serat kanvas
Biru itu gelap gelisah
saat tahu kau tak akan mampu melihat
pelangi yang kau tunggu.
Biru itu gelap gelisah
Saat kau berkata,
“Biru itu kini kehilangan
rindunya tepat
di atas kanvas yang
kuberikan padamu.”
0 komentar:
Posting Komentar