Minggu, 01 September 2013

Dongeng Peri Hutan


Aku lihat peri hutan diujung bibirmu
telanjang bulat,
menyentuh birahi yang menggeliat

desahnya bersemayam disana
merayu kabut lembah
belantara katakata.

aku melihatnya menjilati bibirmu,
seperti ada sesuatu yang manis
selain cuaca dan bekas airmata di merahnya

matanya terpejam,
nafasnya terengahengah
mencumbui rindumu lelah
sebelum bibirmu basah,
tak lagi seperti retak tanah

aku lihat peri hutan itu pergi,
ketika mulutmu terbuka dahaga
terbang menuju diriku
membawa cerita dan bekas bibirmu

merayurayu merasuk kedalam tubuhku
seperti kala merayu kabut lembah belantara katakata
yang pernah digigitnya.

Aku hanya diam, menggenggam belati, menjabat mati
Setelah kucabikcabik bekas bibirmu dan cerita di hadapan matanya,
kubiarkan ia berlalu merasuki tubuhku
dan terus hidup didalamnya

sebelum pergi,
bolehkah kurenggut katakata puitis di bibir dan lidahmu
dengan bibir dan lidah ini sendiri?
sampai aku tak akan pernah kembali lagi nanti,
peri hutan menempati tubuhku selamanya
dan merenggut semua yang tak pernah ku punya.

0 komentar:

Posting Komentar