Secangkir cokelat hangat.
Bubuk hitam meleleh
di dalamnya, mencair jadi satu
jadi kenangan
yang coba engkau coba buang.
Uap yang
melayang di atasnya.
menjauh, bawa
waktu
lebih dekat dengan
getir di ujung lidahmu
Secangkir cokelat
hangat.
Manis yang larut,
rasa rindu yang tak pernah surut.
Hapus dahaga saat
gerimis lambatlambat datang kala senja.
Di atas riak secangkir
cokelat hangat,
Ada binar matamu
yang tenggelam diaduk dinginnya hujan deras.
Dan demi wangi
cokelat yang menguap mendahului waktu,
Izinkan aku
mengenang dirimu, bersama getir dan manis yang bertarung di ujung lidahku.
0 komentar:
Posting Komentar