Senin, 02 September 2013

Hujan Dalam Amplop


Aku masih menyimpan hujan
dalam amplop yang pernah kau titipkan.
Gemuruh mendungnya masih dapat kudengar dari balik judulnya
dari gelisah awan hitam yang terjepit di antara alinea.

Dan hujan di dalamnya
masih deras basahi janjijanji yang pernah kering karena kemarau

sampai janjijanji itu kedinginan dan diamdiam mencari kehangatan

di sepinya pikiran.

Sajak ini, bukanlah melankoli atau kesedihan,

sajak ini hanyalah sebuah sajak tentang hujan dalam amplop yang pernah kau titipkan.

Sajak tentang hujan dan awan hitam yang membentuk tulisan
di atas kertas dan retak tanah musim panas
dan tentang dirimu yang masih mengirimkan hujan kepadaku.

0 komentar:

Posting Komentar