Sabtu, 14 September 2013

Ruang Hampa Udara


Engkau pernah tiba di suatu ruang hampa udara
tidak ada udara
tidak ada warna
tidak ada apaapa

ternyata, ruang itupun kedap suara
tidak ada suara
tidak ada Aku disana
hanya dirimu sembunyikan air mata yang kadangkadang mengalir tak sengaja

aku mampu menatapmu dari balik kaca yang memisahkan kita
sambil meniup sebuah balon udara yang terdiri dari tujuh warna pelangi didalamnya
bayangkan saja sebuah pelangi yang berbentuk balon udara, dan engkau akan mengerti

ku penuhi balon udara itu dengan melodimelodi rinduku
untukmu

suara kaca yang terbelah pecah
kaca itu tak lagi memisahkan kita

sampai aku terbangkan balon udara itu
ke ruang hampa udara
ke ruang kedap suara
tempatmu berada

balon udara itu melayang menuju tubuhmu
engkau menatapnya tapi tak menatap aku yang mengirimkannya untukmu
engkau meraihnya tapi tak meraih tanganku yang terulur ke ruang tempatmu berada
engkau menggenggamnya tapi balon udara itu pecah sesampainya di tanganmu

balon udara pecah
jadi ribuan serpihan pelangi yang belum pernah kau lihat sebelumnya,
jadi nadanada rindu yang tak pernah sempat kusampaikan padamu
engkau terdiam, tak biarkan telinga dan matamu terpejam.

lalu aku pergi bawa sisasisa kaca yang pernah memisahkan kita,
untuk kusulam menjadi pelangi
untuk kunikmati sendiri

dan aku mengerti sisasisa kaca yang kusulam
suatu saat akan melukai
suatu saat akan menyayat nadi
sendiri dalam ruang hampa udara
tempatku kelak berada.





0 komentar:

Posting Komentar