Senin, 16 September 2013

Serigala Betina dan Mawar Pemberang


Dalam sebuah kisah,
aku seekor serigala betina,
dan kau mawar pemberang.

Hidup dalam lembah katakata
di tepi sungai pengetahuan.

Serigala betina mengintai buruannya
lalu mengunyah jantung
dengan taringnya sendiri.
Mencabik daging
dengan nafsu dan cakar.
Agar tahu nikmatnya
bebas dari rasa lapar
dan bau darah
susah payah.

Mawar pemberang berdiri tenang.
Tegak anggun di tepi sungai pengetahuan.
Menghirup udara
dari katak dan belukar
maka ia katak dan belukar.
Hingga duriduri keluar
Oh, batangbatang kokoh yang memikul rekah kelopak merah!  

Bukan serigala betina tak tahu gunakan perasaan,
sebab ia berkhayal lahirkan bayi.
Dan bukan mawar pemberang tak mampu gunakan cakar.
Sebab pernah cakarnya
merobek jantung
janin segar sang serigala betina
menembus kepalanya.

Begitulah sebuah kisah,
tentang seekor serigala betina,
dan sekuntum mawar pemberang
dalam lembah katakata
yang kini tersapu derasnya bah pengetahuan
tanpa sekalipun rasakan lezat sungai dan ikanikan di dalamnya.

0 komentar:

Posting Komentar