Dalam sebuah kisah,
aku seekor
serigala betina,
dan kau mawar
pemberang.
Hidup dalam
lembah katakata
di tepi sungai pengetahuan.
Serigala betina
mengintai buruannya
lalu mengunyah
jantung
dengan taringnya
sendiri.
Mencabik daging
dengan nafsu dan
cakar.
Agar tahu
nikmatnya
bebas dari rasa
lapar
dan bau darah
susah payah.
Mawar pemberang berdiri
tenang.
Tegak anggun di
tepi sungai pengetahuan.
Menghirup udara
dari katak dan
belukar
maka ia katak
dan belukar.
Hingga duriduri
keluar
Oh, batangbatang kokoh yang memikul rekah kelopak merah!
Bukan serigala
betina tak tahu gunakan perasaan,
sebab ia
berkhayal lahirkan bayi.
Dan bukan mawar
pemberang tak mampu gunakan cakar.
Sebab pernah cakarnya
merobek jantung
janin segar sang serigala betina
menembus kepalanya.
menembus kepalanya.
Begitulah sebuah kisah,
tentang seekor
serigala betina,
dan sekuntum
mawar pemberang
dalam lembah
katakata
yang kini tersapu derasnya bah pengetahuan
tanpa sekalipun rasakan lezat sungai dan ikanikan di dalamnya.
tanpa sekalipun rasakan lezat sungai dan ikanikan di dalamnya.


0 komentar:
Posting Komentar