Selasa, 17 September 2013

Surga Terbakar


Sementara entah ku dimana,
maukah kau ‘tuk sirami rindu dan cinta yang ku tanam
walau kita tak saling cinta?

Aku takut rindu dan cinta itu kering dan mati
hingga tak ada lagi
yang teduhi kita berdua
dari benci
keringkan kerongkongan
kuras darah dari pembuluhnya
dan buat kita berdua tak lagi jadi manusia

Biarkan rindu dan cinta yang segar
tumbuhkan simpulsimpul senyuman
di tiap ranting cabang dan dahan

lalu tebang potonglah
dengan nurani yang kau asah dengan sedihmu sendiri
tebanglah rindu dan cinta yang pernah kau besarkan
meski airmata tumpulkan nalar
tebanglah tiap ranting cabang dan dahan
dengan sepi yang tajamkan perasaan

Rakit rindu dan cinta itu jadi perahu atau pesawat
rakit rindu dan cinta itu jadi apapun yang membawamu padaku
yang kini tersesat di salah satu sudut surga yang terbakar.

0 komentar:

Posting Komentar