Untukmu yang terbang dengan sepasang sayap hitam di
punggungmu,
sepasang dan jutaan
bulubulu ketakutan.
sepasang dan jutaan
bulubulu ketakutan.
Untukmu
yang menyebarkan kebencian setiap kali kepakan sayap,
izinkan aku menghunus sebilah sajak di tanganku padamu.
Kedamaian yang kau cari selama ini,
sudah terlalu lama menahan nafasnya,
karena bau busuk kebencian yang kau simpan,
dan tak pernah kau buang.
Kebebasan yang kau impikan kala gelap tiba,
tak kan berimu apaapa.
Jika sepasang sayap yang kau punya
masih terbelenggu pada nyata.
Semua kemerdekaan,
menjadi tuanmu.
Menjadi Tuanmu?
Bernafaslah sambil terbang.
Bernyanyilah sambil perang.
Atau kau akan segera jatuh ke tanah musuhmu.
Tanah tempat semua kepurapuraan remuk berkepingkeping,
diludahi,
dihujat,
dicaci,
dibuat menjadi
tidak berpurapura
lagi.
Lalu kesepian akan mencarimu dalam keramaian yang kau buat sendiri.
menyeretmu ke aturannya,
memaksamu mengakhiri yang belum kau mulai.
Perlahanlahan semua itu akan terjadi.
Terjadi.
Maka, kutinggalkan sebilah sajak ini di sampingmu,
dan potonglah ketakutan di pundak dan punggungmu,
dengan cakarmu sendiri.
Terbanglah tanpa sayap,
tanpa angin,
tanpa rasa takut.
Dan untukmu yang aku cintai dengan tulus,
dan yang tak kukenal sekaligus
Potong juga sayap kebencianmu
dengan sebilah sajak yang kauciptakan sendiri.
izinkan aku menghunus sebilah sajak di tanganku padamu.
Kedamaian yang kau cari selama ini,
sudah terlalu lama menahan nafasnya,
karena bau busuk kebencian yang kau simpan,
dan tak pernah kau buang.
Kebebasan yang kau impikan kala gelap tiba,
tak kan berimu apaapa.
Jika sepasang sayap yang kau punya
masih terbelenggu pada nyata.
Semua kemerdekaan,
menjadi tuanmu.
Menjadi Tuanmu?
Bernafaslah sambil terbang.
Bernyanyilah sambil perang.
Atau kau akan segera jatuh ke tanah musuhmu.
Tanah tempat semua kepurapuraan remuk berkepingkeping,
diludahi,
dihujat,
dicaci,
dibuat menjadi
tidak berpurapura
lagi.
Lalu kesepian akan mencarimu dalam keramaian yang kau buat sendiri.
menyeretmu ke aturannya,
memaksamu mengakhiri yang belum kau mulai.
Perlahanlahan semua itu akan terjadi.
Terjadi.
Maka, kutinggalkan sebilah sajak ini di sampingmu,
dan potonglah ketakutan di pundak dan punggungmu,
dengan cakarmu sendiri.
Terbanglah tanpa sayap,
tanpa angin,
tanpa rasa takut.
Dan untukmu yang aku cintai dengan tulus,
dan yang tak kukenal sekaligus
Potong juga sayap kebencianmu
dengan sebilah sajak yang kauciptakan sendiri.
Dan jangan lagi risau,
akan ku ajak kau terbang
tanpa rasa takut lagi dipundak dan punggungmu,
sekalipun tak ada angin yang mengangkat tubuh kita dari tanah
benak kita sudah terbang jauh
menggapai bumi yang jauh lebih indah
dari sajak ini.
akan ku ajak kau terbang
tanpa rasa takut lagi dipundak dan punggungmu,
sekalipun tak ada angin yang mengangkat tubuh kita dari tanah
benak kita sudah terbang jauh
menggapai bumi yang jauh lebih indah
dari sajak ini.


0 komentar:
Posting Komentar