Aku tahu engkau mendengar jejak langkah waktu
berjalan beberapa
centimeter di belakangmu
berderap memburu
menakutnakutimu
melepaskan anak
panah buat mimpiku berdarah
sementara kau mencabutnya
dari khayalan
dan perasaan
yang telah berlubang
walau kau genggaman tanganku
dalam mimpimu
begitu nyaman tak
ingin kau lepaskan
darahdarah cepat yang buatmu
hangat,
terasa terlalu
nyata untuk lukai jiwa lain yang lebih nyata
dan waktu yang berbisik
di belakang telingamu
masihkah kau
mengingatnya,
ketika lehermu
dan leherku bertemu di sebuah senjakala?
saat rasa takut
tiba
bersamaan dengan
waktu
yang menggerutu semakin dekat
beberapa
centimeter di ujung benakmu
Oh, waktu
biarkan aku
menggali lagi kenangan dalam sajaksajakku
di bawah rimbun
dahan yang menahan hujan,
atau di atas gersangnya
tanah perpisahan.
Oh, waktu
biarkan aku tuli saat tengah
kugali
kenangan dalam
baitbait puisiku
biar tak kudengar lagi jejak langkahmu
berderapderap
beberapa
centimeter dibelakang telingaku
beberapa
centimeter dibelakang telinganya.


0 komentar:
Posting Komentar