Selasa, 03 September 2013

Jeruk

Sebuah jeruk yang sangat besar
melayanglayang di atas langit luas
saat kemarau datang

Mendadak jeruk pecah
sarisarinya muncrat deras jadi hujan
yang ditunggu serigala gila dan tumbuhan
menahannahan kehausan

Apakah kau buta ataukah aku yang dikutuk gila?
karena kau tak lihat jeruk pecah
dan ratusan kebencian yang kutulis
bersama sajak ini dan sajaksajak lainnya. 

Matamu memang bukan milikku
dan matamu juga bukan milikmu
hanya ilusi milik kita

maukah kau yang berdiri di ujung puisi ini
membaca selembar saja ilusi
dalam sajak bau jeruk ini?

Siapa tau kita
bisa menghisap habis
segala yang beraroma jeruk
dalam sajak ini
bersamasama

hingga berhenti
semua omong kosong 
bau jeruk di sajak ini.

0 komentar:

Posting Komentar