Sebuah jeruk yang sangat
besar
melayanglayang di atas
langit luas
saat kemarau datang
Mendadak jeruk pecah
sarisarinya muncrat deras jadi hujan
sarisarinya muncrat deras jadi hujan
yang ditunggu serigala gila dan
tumbuhan
menahannahan kehausan
Apakah kau buta ataukah aku yang dikutuk gila?
karena kau tak lihat jeruk pecah
dan ratusan kebencian yang kutulis
bersama sajak ini dan sajaksajak lainnya.
Matamu memang bukan milikku
bersama sajak ini dan sajaksajak lainnya.
Matamu memang bukan milikku
dan matamu juga bukan milikmu
hanya ilusi milik kita
maukah kau yang berdiri di ujung puisi ini
membaca selembar saja ilusi
dalam sajak bau jeruk ini?
Siapa tau kita
bisa menghisap habis
segala yang beraroma jeruk
dalam sajak ini
bersamasama
hingga berhenti
semua omong kosong
bau jeruk di sajak ini.



0 komentar:
Posting Komentar