Kamis, 12 September 2013

Pembuat Tembikar


Kisah berkata
Disana kumbang dan serangga dulu bermukim
Diatas perdu
Diatas tanah dan kulit kayu yang kering

Bumi belum lama bergerak
Tatap mereka berderap!
Sperma sempurna yang aku pada cipta,
Cih! birahi pun mampu untuk itu.
Samasama jingkraki tanah
Meretak dunia lemah

Manusia lain ubah hara
yang menuntun awan berwarna
Mendung membuntut pada baja berkerja
Olah tanah ketika pungut cerah

Tegakan dengan payah
Rasa bukanlah makhluk pikir mereka
Hanya dinding yang lahir dari kelamin
Kokoh kemudian hilang semua suara
Sudah sublim

Senyap memekat, lalu coklat
Jadi dinding tanpa jendela
Udara didalamnya
Ceraikan kita dari warna
Dari makna terdampar yang berotasi disekitar

Tidak sama dari mereka
Hanya gelap yang terperangkap
Keringat pada ujung rambut
Leleh sampai rambut di ujung

Menjamah bongkahbongkah
Meraba khidmat tanda tanya

Rasa adalah tuan dari budak seperti mereka

Memutar makhluk lain kekar
Senja telah keluar dari kepompong fajar
Telapak dan tanah menyerah pada kesah yang indah

Tak siasia lelah membentuk jauh buruk
Tembikar hanya anak haram senggamanya

Sebutlah wahai pembuat tembikar,
Kami ini orangorang yang memilih buta!


0 komentar:

Posting Komentar