Kisah berkata
Disana
kumbang dan serangga dulu bermukim
Diatas
perdu
Diatas
tanah dan kulit kayu yang kering
Bumi
belum lama bergerak
Tatap
mereka berderap!
Sperma
sempurna yang aku pada cipta,
Cih!
birahi pun mampu untuk itu.
Samasama
jingkraki tanah
Meretak
dunia lemah
Manusia
lain ubah hara
yang
menuntun awan berwarna
Mendung
membuntut pada baja berkerja
Olah
tanah ketika pungut cerah
Tegakan
dengan payah
Rasa
bukanlah makhluk pikir mereka
Hanya
dinding yang lahir dari kelamin
Kokoh
kemudian hilang semua suara
Sudah
sublim
Senyap
memekat, lalu coklat
Jadi
dinding tanpa jendela
Udara
didalamnya
Ceraikan
kita dari warna
Dari
makna terdampar yang berotasi disekitar
Tidak
sama dari mereka
Hanya
gelap yang terperangkap
Keringat
pada ujung rambut
Leleh
sampai rambut di ujung
Menjamah
bongkahbongkah
Meraba
khidmat tanda tanya
Rasa
adalah tuan dari budak seperti mereka
Memutar
makhluk lain kekar
Senja
telah keluar dari kepompong fajar
Telapak
dan tanah menyerah pada kesah yang indah
Tak
siasia lelah membentuk jauh buruk
Tembikar
hanya anak haram senggamanya
Sebutlah
wahai pembuat tembikar,
Kami
ini orangorang yang memilih buta!


0 komentar:
Posting Komentar