Kamis, 29 Agustus 2013

Bunga Pagi




Bunga pagi,
matahari bukanlah cahaya yang kau cari
sebab ilusinyalah yang menghidupi
peluk sesakkan kelopakmu yang  hampir mati.

Bunga pagi,
tidak semua matahari berikan terang
dan apa artinya terang jika sepasang mata tak lagi
buatmu menjadi bunga pagi?

aku tak peduli

Bunga pagi,
pernahkah kau bertanya pada semesta
tentang beningnya embun
dan warnawarni kebun yang tak pernah kau saksikan selama ini?  

aku tak peduli,
karena bukan kau
kebun yang ku tinggali
bukan juga semesta yang memberikanku arti

Bunga pagi,
pernahkah kau peduli
pada arti yang kebun dan semesta
sematkan di kelopakmu selama ini?

pernahkah kau tanyakan 
pada batin dan jiwamu sendiri
tentang arti puisi yang kau tulis selama ini?

Bunga pagi, 
bahkan batin dan jiwaku sendiri
kini telah jauh menjelajah tiap kata 
menjadi matahari dalam tiap bait maknanya.

akankah setangkai bunga
menjadi buta karenanya?

Bunga pagi,
jika ada yang buta di sana
maka rinduku menjadi satusatunya
rindu yang merabaraba jalan pulangnya.

apa artinya pulang
jika rindumu tak lagi bisa 
melihat apaapa? 

Bunga pagi,
biarlah rindu yang buta itu
tersesat di jalan pulangnya
sebab suatu saat matahari akan menuntunnya
pulang ke rumah yang menerimanya.

Tempat dimana matahari
membuka matanya
membuka matamu
bunga pagiku.


0 komentar:

Posting Komentar