dengarlah gelas berdenting.
Beradu dengan sempitnya lubang di ujung botol
menggigil.
Dan suara buihbuih pecah,
satupersatu berebut bicara tentang kebenaran yang dibawanya.
Buihbuih bicara nafsu yang mengamuk
Buihbuih bicara dosa
Buihbuih bicara pemabuk
Buihbuih bicara cinta
Dengarkanlah.
Sang pemabuk meracau tentang dirimu
dalam sajaksajaknya yang bau alkohol.
Nikmatilah!
Dinginnya baitbait puisi
yang menyentuh kerongkonganmu, wahai orang suci.
Orang suci bicara nafsu yang mengamuk
Orang suci bicara dosa
Orang suci bicara pemabuk
Orang suci bicara cinta
Hanya cuaca yang mendengarnya.
Hanya cuaca yang tak berdosa.
Racauan seorang pemabuk belum tentu salah.
Khotbah seorang suci belum tentu benar.
Sebab kebenaran,
mungkin terdengar dari buihbuih hina yang pecah.
Dan dosa.
Tentu merayap keluar dari birahi seorang suci.
Semoga kebenaran datang
diakhir sajak ini,
dan semoga semua dosa
dihapus buihbuih yang pecah
di bait terakhir puisi ini.
Dan suara buihbuih pecah,
satupersatu berebut bicara tentang kebenaran yang dibawanya.
Buihbuih bicara nafsu yang mengamuk
Buihbuih bicara dosa
Buihbuih bicara pemabuk
Buihbuih bicara cinta
Dengarkanlah.
Sang pemabuk meracau tentang dirimu
dalam sajaksajaknya yang bau alkohol.
Nikmatilah!
Dinginnya baitbait puisi
yang menyentuh kerongkonganmu, wahai orang suci.
Orang suci bicara nafsu yang mengamuk
Orang suci bicara dosa
Orang suci bicara pemabuk
Orang suci bicara cinta
Hanya cuaca yang mendengarnya.
Hanya cuaca yang tak berdosa.
Racauan seorang pemabuk belum tentu salah.
Khotbah seorang suci belum tentu benar.
Sebab kebenaran,
mungkin terdengar dari buihbuih hina yang pecah.
Dan dosa.
Tentu merayap keluar dari birahi seorang suci.
Semoga kebenaran datang
diakhir sajak ini,
dan semoga semua dosa
dihapus buihbuih yang pecah
di bait terakhir puisi ini.
0 komentar:
Posting Komentar