Teringat pasir yang
membawa namamu disetiap butirnya, tertiup angin dini hari,
demi desau angin yang sama yang meniup butir butir pasir,
izinkan aku mendengar suaramu lagi nanti
seperti kemarin kala Ia menulis takdir.
demi desau angin yang sama yang meniup butir butir pasir,
izinkan aku mendengar suaramu lagi nanti
seperti kemarin kala Ia menulis takdir.
0 komentar:
Posting Komentar