Izinkan aku mengajakmu
menembus
sajakku
mungkin
sajak ini tentang kita berdua
mungkin
sajak ini juga tentang mereka
Kau
Dan
Aku
hanyalah
garis biru
dalam
lembaran cetak biru yang dibuat Tuhan
terhampar
bersama
semesta
di
atas meja kerjaNya
dimana
Ia menggaris
warna
biru dengan tanganNya sendiri
biruku
di tangan kanannya
birumu
ditangan kirinya
bayangkan
kedua tanganNya
menggores
pena takdir kesana kemari
bayangkan
tanganNya
bergerak
liar tak terkendali
bayangkan
sebuah momentum
ketika
birumu dan biruku
menindih
satu sama lain
jadi
titik biru paling tebal
saat
itulah kita bertemu
saat
itulah kita berbincang
tentang
hari kemarin,
hari
ini,
atau
hari esok
jika
memang kitapunya sedikit keberanian
'tuk
membahas halhal yang belum kita ketahui
dalam
sebuah titik yang tidak kita mengerti.
.
0 komentar:
Posting Komentar