Kamis, 29 Agustus 2013

Binatang Liar!


Ada binatang liar yang tibatiba keluar
merayaprayap
mendengusdengus
dari celah sempit di utara jarum jam dinding kamar
lalu jatuh  tepat di atas kepalaku.

Kamar terlalu gelap untuk memandu
sebab terang padam karena dendam.

Cahaya berceceran di lantai.
Lembab basah sebab keluh dan kesah.

Taring menggigitgigit pikiran.
Cakar menggoresgores benak.
Membuatku terjaga di antara gaduh yang dibuatnya.
Belati yang kugenggam sembunyisembunyi
ku hunus pada mata yang sama tajamnya.

Terlambat.
Binatang itu menjilati kepalaku
melumurinya dengan racun
.
Biarlah,
belati ku sudah
bersarang di lidahnya.

Darah keluar!
Muncrat sebar amis di sekujur tengkorakku.
JAHANAM!
Racun menetesnetes ke nadi di leherku.

Ku dengar jantungku berhenti.
Tak ada degup lagi.
Kecuali bunyi kuku
yang masih mencakarcakar tengkorakku.

Binatang itu liar!
Kini ia sedang berlari ke dalam kepalamu.

Bunuh bintang itu!
Potong kepalanya bersama kepala ini
Tikam jantungnya bersama jantung ini
Renggut nyawanya bersama sajak ini
.
 

Sebelum ia menembus pikiranmu
dan meracuni matamu selamanya.

0 komentar:

Posting Komentar