Kamis, 29 Agustus 2013

Sajak Bunga Merahjambu


Setangkai bunga di ujung laut ini
warnanya merahjambu.

Seperti laut di antara kedua mataku
debur ombak menghantam kayu pelabuhan
burung camar merahjambu berterbangan.

Laut itu merahjambu
Seperti setangkai bunga di ujung laut ini.

Bunga itu wangi laut
wangi angin menendang butirbutir pasir
wangi candu membakar lamunanku
wangi merahjambu 

wangi yang tertidur di tubuh laut berkeringat
wangi yang tenggelam di nalar yang sekarat.

Setangkai bunga diujung laut ini
merahjambunya merayu rumputrumput biru
di sajak ini.

Rumputrumput biru
menggembala kedua mataku  
ke tanah merahjambu 
berangin merah jambu.

Rumputrumput biru tertiup angin merahjambu,
terhempas ilusi merahjambu kalah telak 
bersama mata yang bertanya
soal candu bunga merahjambu.

Debur ombak laut merahjambu
mengantar gembalaku pergi tak kembali
menemui sayap yang mengajaknya terbang mencari makna.
Debur yang sama yang menyeret kedua mataku,
mataku mata yang mati muda 
 kena candu merahjambu.

Bunga merahjambu,
bawalah mata dan gembala ku kembali
 dari ilusi yang bersembunyi di antara nafas kami.

0 komentar:

Posting Komentar