Kamis, 29 Agustus 2013

Di Balik Resleting



Kalau saja kau mau buka mata
aku bisa tunjukkan resleting pada sebuah biola

Ketika ku tarik buka resleting itu
kuharap kau ‘kan terkesan padaku
karena tak ‘kan ada nada kesedihan kesepian
keluar dari dalam ruang sempitnya

yang ada hanya ceria
senyum tawa anakanak kecil bahagia
dan sebuah teropong bintang

jika kita mau bersabar
maka kita mampu melihat lewat teropong itu
menembus galaksi bimasakti yang tampak bagai gulagula kapas
dan resleting lainnya
yang menempel di setiap semesta raya

pada lubang hitam
pada Andromeda
pada matahari
pada Venus dan langit senja

alam semesta raya
adalah saku celana milik Tuhan

mungkin jika aku dan kau
mengiba padaNya
Ia ‘kan buka semua resleting
di saku celanaNya
hingga tumpah keluar
semua milikNya

pasti akan lebih banyak lagi
senyum bahagia keluar dari sana

pasti akan lebih keras lagi
tawa yang terdengar dari sana

dan pasti akan lebih banyak lagi
gulagula kapas yang ‘kan jatuh menimpa kita

selama manusia
mau buka mata
selama manusia
mau saling percaya

Selama tanganmu
masih mau menuntun tanganku
menarik resleting di sudut sudut semesta
‘tuk tumpahkan cinta di dalamnya
ke sektiar kita.

0 komentar:

Posting Komentar