Telinga
kiri
Lubang
hidung sebelah kiri
dan payudara kiri
dan payudara kiri
dimana
aku menyusu sebagian jiwa
seorang perempuan yang buatku mabuk
Mata
kananseorang perempuan yang buatku mabuk
Daun
telinga kanan
Lubang
hidung sebelah kanan
dan payudara kanan
dimana
aku menyusu sebagian jiwa
jiwa lainnya yang membuatku sadar
jiwa lainnya yang membuatku sadar
Sedikit orang punya
mulut kanan
dimana mereka melumat
katakata puitis yang pernah mereka telan
dan mengakui bahwa itu kebenaran
Sedikit lainnya memiliki
mulut kiri
dimana mereka meludahi
jiwa yang pernah ku hisap
dari seorang perempuan
di puisi ini
dan menghakimi bahwa jiwa itu
milik seorang pecundang
Sebagian besar orang
memilih bicara dengan kesunyian
sebab mulut orang lain yang terlalu liar
dan menggigit
Apa pentingnya
kanan atau kiri
jika hanya mulutku mampu
menipumu
menipunya
menipu mereka yang kau cintai
lewat puisi?
Apa pentingnya
puisi yang bercampur
di antara mulut kita
kala bercumbu
jika tiap katanya
tak mampu lagi
buatmu bedakan
birahi dan keindahan?
Sungguh,
tak semua pertanyaan butuh jawaban
melainkan kehidupan.
Seperti dua orang perempuan
dan aku yang hidup dalam puisi ini,
kita hanya kehidupan yang ditakdirkan
untuk memaafkan setiap
kesesatan yang dilahirkan
kanan dan kiri
juga katakata yang menyilaukan
pada setiap puisi.
mulut kanan
dimana mereka melumat
katakata puitis yang pernah mereka telan
dan mengakui bahwa itu kebenaran
Sedikit lainnya memiliki
mulut kiri
dimana mereka meludahi
jiwa yang pernah ku hisap
dari seorang perempuan
di puisi ini
dan menghakimi bahwa jiwa itu
milik seorang pecundang
Sebagian besar orang
memilih bicara dengan kesunyian
sebab mulut orang lain yang terlalu liar
dan menggigit
Apa pentingnya
kanan atau kiri
jika hanya mulutku mampu
menipumu
menipunya
menipu mereka yang kau cintai
lewat puisi?
Apa pentingnya
puisi yang bercampur
di antara mulut kita
kala bercumbu
jika tiap katanya
tak mampu lagi
buatmu bedakan
birahi dan keindahan?
Sungguh,
tak semua pertanyaan butuh jawaban
melainkan kehidupan.
Seperti dua orang perempuan
dan aku yang hidup dalam puisi ini,
kita hanya kehidupan yang ditakdirkan
untuk memaafkan setiap
kesesatan yang dilahirkan
kanan dan kiri
juga katakata yang menyilaukan
pada setiap puisi.


0 komentar:
Posting Komentar