Aku tak pernah meminta
kebahagiaan yang pernah
kau janjikan untukku
gadis kecil yang katamu
akan menari dengan sepasang sepatu baletnya
diujung kedua tandukku
ketika takdir menghisap habis waktu
atau
sebuah lembah penuh
kupukupu putih yang terus menerus
kau lukis di ruang kosong
di antara kedua mataku
jika kebahagian
sesederhana dirimu
aku hanya minta kau tarik
pelatuk revolver di tanganmu
lesatkan selongsongnya ke
ruang kosong di antara kedua mataku
biar kau tahu apa yang mengisinya
perihnya kejujuran sebagai
imbalan
dari kilap keringat yang
kupahat untukmu
dari waktu ke waktu.
0 komentar:
Posting Komentar