Nona,
rebahkanlah tubuhmu
di sofa paling puitis dalam
sederhananya rumah puisiku
pejamkanlah mata dan pikiranmu
lalu tataplah dalam gelap kelopak matamu
sepasang lumbalumba hidung botol berenang
berdampingan dalam pilekmu
menariknarik matahari demammu
dan membenamkannya di ujung
cakrawala lelapmu
pastikan sepasang lumbalumba itu
turut juga terbenam di ujungnya
di sanalah sakit dan lelahmu turut terbenam jua
seribu kilometer jaraknya
dari sajak yang menjaga bangunmu
dan gedunggedung kota yang terjaga
hampir seribu galaksi luasnya
dari doa yang kuusap
di lapangnya dadamu
saat tubuhmu rebah lelah
di sofa paling puitis
dalam rumah puisiku.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar