Senin, 14 Juli 2014

Jika Semudah Puisi Ini

Jika kehidupan
semudah puisi yang mengibaratkannya
dengan mendaki gunung

aku akan terus memaksa
titik lelahku sampai puncaknya
sehingga aku mengenal batasannya

aku akan terus berjalan
di atas tanah yang bisa membawaku
ke tempat yang lebih tinggi dan indah

aku ingin bersandar
di bahu sahabatku
ketika aku lelah

aku ingin menyentuh tiap dingin yang bekukan rimbunnya embun di sana
agar aku mampu
menghayati hangat yang kutitipkan pada bahu mereka

maka menunduklah ketika kau
mendaki puncaknya
dan tegaklah ketika kau
menuruninya

begitulah baginya
yang menancapkan belati
di puncak Pangrango

dan biarlah kutanam
puisiku di celah itu
agar ia tumbuh
dan kita mampu
mengenang wanginya
ketika kembali
pada heningnya lembah Mandalawangi

karena di hening itulah
kita dapatkan jawaban
lewat detak di jantung kita

tentang siapa kita yang sebenarnya
tentang betapa remehnya raga yang  membalut indahnya batin kita
dan tentang betapa berharganya waktu
 yang kita habiskan untuk mencapai
puncak kepuitisannya 
selama ini.

0 komentar:

Posting Komentar