Kita sudah sampai di sini
berhadapan dengan mata api
yang anggun menantang kita
lemparkan melankolia
ke dalam tajam baranya
bukankah dunia
tak lagi selugu yang kita kira?
diperkosanya kita
dengan segala tipu daya dan hasratnya
ketika dendam sudah redam
tutuplah kedua mata lihatlah dengan jiwa
selesaikanlah dengan menikmatinya
yakinlah bahwa birahi itu berbeda dengan cinta
berdirilah!
lalu tertawakanlah
lalu tantanglah
katakanlah bahwa caranya bercinta tak sehebat yang ia kira
meremehkan apa yang dunia lakukan pada kita
adalah perkara sulit
itu cuma perkara
dan itu cuma sulit
sama halnya dengan menjawab
tanya darinya yang memeluk kita
di hadapan abu melankoli pada unggun api
apakah kau sudah merasa hangat kini?
celakalah kau yang masih terbakar beku
berbahagialah yang suamsuam kuku
Senin, 21 Juli 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar