Senin, 21 Juli 2014

Api Unggun

Kita sudah sampai di sini
berhadapan dengan mata api
yang anggun menantang kita
lemparkan melankolia
ke dalam tajam baranya

bukankah dunia
tak lagi selugu yang kita kira?
diperkosanya kita
dengan segala tipu daya dan hasratnya

ketika dendam sudah redam
tutuplah kedua mata lihatlah dengan jiwa
selesaikanlah dengan menikmatinya
yakinlah bahwa birahi itu berbeda dengan cinta

berdirilah!
lalu tertawakanlah
lalu tantanglah
katakanlah bahwa caranya bercinta tak sehebat yang ia kira

meremehkan apa yang dunia lakukan pada kita
adalah perkara sulit
itu cuma perkara
dan itu cuma sulit

sama halnya dengan menjawab
tanya darinya yang memeluk kita
di hadapan abu melankoli pada unggun api

apakah kau sudah merasa hangat kini?

celakalah kau yang masih terbakar beku
berbahagialah yang suamsuam kuku

0 komentar:

Posting Komentar