entah pagi seperti apa yang orangorang harapkan
untuk mengawali siang yang lalulalang
sampai malam yang dicekam kerisauan
penyair dari masa depan datang
membawa sebuah bom rakitan
hadiah dari masa depan
untuk masa lalu yang terkenang
tubuhnya meledak dengan lantang
berkepingkeping daging dan tulang berhamburan
sudutsudut ruang yang pernah kita ciptakan
hujan darah merahmerah
teror paling puitis yang bisa diciptakan kehidupan
adalah pendapat manusia kebanyakan
kebodohan menulari nurani penyair yang sepi
air matanya membutakan matanya sendiri
sang penyair tak pernah selesai dengan kesepiannya
orangorang sudah di pagi yang mereka harapkan
bermesraan dengan jarijari siang
sampai malam berpurnama tak berkesudahan
kenangannya
selesai
hancur lebur
bersama puisinya
sejak kini
kupunguti tubuh dan puisinya
penyair yang tak selesai dengan sepinya
akan selalu kembali dari masa depannya
kepada kenangan yang tak direlakannya.
Jumat, 11 Juli 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar