Selasa, 15 Juli 2014

Ladang Coklat Dalam Rumah Katakataku

Aku tahu kau cukup dewasa
untuk memahami perasaanku padamu

waktu memang tak pernah cukup keras menghantam
untuk menempanya menjadi sesuatu yang kau harapkan

sementara ruang tak pernah berputar cukup cepat
untuk membuatnya tersesat di labirin tanpa sekat kecengenganku

tertawakanlah sajaksajakku
jika itu bisa menghiburmu
cemoohlah ketulusanku
jika itu bisa meninabobomu
dan saksikanlah dari sofa itu
jika sedihsepiku adalah drama yang nyenyakkan lelapmu

atau kau bisa lepas sepasang gengsi di kakimu
ketuk rumah katakataku
dan duduklah di bawah rimbun daundaun nada yang kunyanyikan untukmu
dan mainlah dengan jarijari angin yang mengelitik tengkukmu
di atas ladang coklat kesukaanmu

kita tak pernah sesederhana katakata
tapi butuh lebih dari logika untuk menghayati sesuatu
diantara kita

karena apa yang tersediakannya
akan selalu
kita kenali

seperti wangi vanila
rasa coklat
warna stroberi
dan segala hal yang kita sukai di semesta ini

begitulah cara mengeja puisipuisiku cinta
tak peduli sebijak apapun mereka
menyuruhmu membacaku dengan caranya
bacalah seperti maumu

lalu masuklah dengan caraku
menjamu rindu yang mengunjungiku

sebab ini rumah katakataku
rumah katakata kita berdua

0 komentar:

Posting Komentar