Aku tahu kau cukup dewasa
untuk memahami perasaanku padamu
waktu memang tak pernah cukup keras menghantam
untuk menempanya menjadi sesuatu yang kau harapkan
sementara ruang tak pernah berputar cukup cepat
untuk membuatnya tersesat di labirin tanpa sekat kecengenganku
tertawakanlah sajaksajakku
jika itu bisa menghiburmu
cemoohlah ketulusanku
jika itu bisa meninabobomu
dan saksikanlah dari sofa itu
jika sedihsepiku adalah drama yang nyenyakkan lelapmu
atau kau bisa lepas sepasang gengsi di kakimu
ketuk rumah katakataku
dan duduklah di bawah rimbun daundaun nada yang kunyanyikan untukmu
dan mainlah dengan jarijari angin yang mengelitik tengkukmu
di atas ladang coklat kesukaanmu
kita tak pernah sesederhana katakata
tapi butuh lebih dari logika untuk menghayati sesuatu
diantara kita
karena apa yang tersediakannya
akan selalu
kita kenali
seperti wangi vanila
rasa coklat
warna stroberi
dan segala hal yang kita sukai di semesta ini
begitulah cara mengeja puisipuisiku cinta
tak peduli sebijak apapun mereka
menyuruhmu membacaku dengan caranya
bacalah seperti maumu
lalu masuklah dengan caraku
menjamu rindu yang mengunjungiku
sebab ini rumah katakataku
rumah katakata kita berdua
Selasa, 15 Juli 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar