Bumi yang telah diperkosa
begitu jijik memandang
tubuhnya sendiri di depan
cermin jernih
Poripori kulitnya
tersumbat dosadosa yang
bukan miliknya.
Ia terbakar.
Air mata adalah minyak
tanah
melumuri keluguan dalam
benaknya.
Memanggang habis kesucian
yang pernah dimilikinya
Bumi yang tak lagi
membenci
kini menerima takdirnya
setelah ia menarik resleting di bokongnya.
setelah seorang lakilaki
meninggalkan sekaleng susu untuk seorang bayi
Yang tertidur di sisi lain
di kamarnya yang
berdinding
berlantai cermin.


0 komentar:
Posting Komentar