Sabtu, 07 Desember 2013

Kamar Bersalin





Dini hari
di sudut kepala yang paling dingin
seseorang memahat sunyi
jadi kamar bersalin.

Seorang pria yang menunggu di luarnya
menatap cemas pintu warna cokelat di hadapannya.
Tampak begitu manis, sedap, dan nikmat
merayurayu pria itu
untuk menggigit menjilatnya
sampai habis tak tersisa
sampai jelas semua rahasia di baliknya.

Seorang gadis
berdiri di tepi tempat tidur
yang bersandar di bekunya dinding kamar persalinan
berselimut kapur.

Di hadapan gadis itu,
sejenis binatang bernama pikiran
mengejan sekuatkuatnya.

Sampai lahir
seorang bayi,
sebuah kehidupan,
dan sebait sajak yang tertulis
pada tali pusatnya.

Bayi menangis
sang gadis menangis
pikiran mati
tinggalkan bayi sendiri.

Bayi bernyanyi
menggigitgigit sajak di tali pusatnya sendiri.
Bayi merangkak
menjadi binatang yang menulis selembar sajak

tentang seorang pria
yang menunggu seorang gadis
di luar ruang bersalin

lalu menjadikan keduanya
figuran dalam sajaknya

untuk seseorang
yang memahat sunyi
jadi kamar bersalin.

0 komentar:

Posting Komentar