Kamis, 06 November 2014

Rayu

Menghirup leher pagi
desahnya basahi
ujungujung kuas

lentiknya
membelai
sipu senyummu

jenjang kaki matahari
begitu liar ditaklukan
jelajahi dunia empat segi dua dimensi

cahayanya
memantul
ke kacakaca di matamu

mencumbu langit malam
liurnya jatuh
di putihnya kanvas

warnanya
membentuk
sketsa

parasmu
masih terkurung
di kedua mataku

parasmu
kukurung
di.kedua matamu.

0 komentar:

Posting Komentar