Menghirup leher pagi
desahnya basahi
ujungujung kuas
lentiknya
membelai
sipu senyummu
jenjang kaki matahari
begitu liar ditaklukan
jelajahi dunia empat segi dua dimensi
cahayanya
memantul
ke kacakaca di matamu
mencumbu langit malam
liurnya jatuh
di putihnya kanvas
warnanya
membentuk
sketsa
parasmu
masih terkurung
di kedua mataku
parasmu
kukurung
di.kedua matamu.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar