Jika kau izinkan,
puisi ini ingin mengiba
pada tatapan matamu
yang selalu gagal sembunyikan perasannya
setelah sekian lama sudah
menemani sepasang mata di hariharimu
sepasang matakatanya
masih malumalu saja menatap matamu
terlalu cepat masa depan
membawa kecemasan untukmu
padahal puisi ini sedang tunjukan
keindahannya satu per satu
sementara masa lalu menagih janjimu
puisi ini yakin mampu membayarnya
berapapun waktu yang harus diberikannya
berapapun metafora yang harus ditunjukannya
puisi ini ibarat anjing jalanan tanpa tuan
sampai sepasang matamu datang
membaca harapan
di sepasang matakatanya
matakata yang akan terusmenerus
berusaha meyakinkan matamu
bahwa hanya untukmulah
semua kepuitisan yang diciptakannya selama ini.
Kamis, 06 November 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar