Sabtu, 14 Juni 2014

Pamflet Enam Senar

Pamflet itu pernyataan
puisi ini punya enam senar

Senar pertama lumrahnya bernada E
letaknya paling bawah dan bentuknya paling tipis
kenyataan itu ketika telanjang kaki dan menginjak tanah
bukan menggantung di lamunan lalu meratapi kaki yang kotor karenanya

Senar kedua nadanya B
bunyinya beeeeeee
bisa dan bisa punya arti berbeda pada aku bisa
kesatu adalah mampu kedua adalah racun yang syahdu

Senar ketiga nada G
jangan tanya mengapa begitu
menjadi lugu sama dengan dungu
maka kepadamu aku belajar menipu

Senar keempat punya nada D
aku tak sekolah musik tapi aku punya gitar
aku seorang otodidak mencintai juga dengan otodidak
maka jangan paksa aku baca partiturmu yang kau sendiri tak mengerti artinya

Senar kelima itu A
atas nama hidup dan kehidupan
aku harus merindunya dulu untuk memahaminya
dan untuk melagukan kehidupan hanya rindu yang kubutuhkan


Senar keenam bernada E
senar paling kokoh di antara lainnya
di sanalah aku berlari kencang
menuju hidup lebih merdu dan menyenangkan

Pamflet itu pernyataan
puisi ini punya enam senar
sejak kini aku akan diam
karena diam adalah nada yang hanya bisa kita nikmati dengan penghayatan.

Pesan Untuk Pop

Jangan cengeng Pop!
kau harus tegar
jika senyummu diludahi
kau harus berkelahi dengan diri sendiri

kau boleh memundur
tapi tikam masa depan
dengan sorotmu yang tajam

masih ada aku
jika Lalu
tak mengerti bahasamu

masih ada aku
jika Kini
berhenti bicara kepadamu

masih ada aku
jika Lusa
sibuk dengan cinta dan kerjanya

masih ada aku yang mau main
karena kita harus sibuk bermain

hayati ini karena ini cinta dan kerjaku
penghayatan jelas butuh banyak waktu
maka berhentilah membunuh waktu
dengan racun dari air matamu

angkat keningmu
hisap lagi gulagula di tanganmu
gulung lagi benangmu
terbangkan lagi layanglayangmu

angin akan datang
kalau kau bersiul merayunya
dan birunya akan membalas cintamu
jika kau terbangkan lagi mimpimu padanya

malam masih ada
jika sore tak pernah cukup untuk kita
petik nadanada dari gitarmu
biar bulan main harmonika dan aku yang main gendangnya

dung gedemblang gedemblung

pergilah mendung
dung takdung gendangdung

terbanglah murungmurung

sya nanana nanana

senanglah sampai pagi tiba
sya lalala lalala
bahagialah pagipagi lainnya.

Dan Seterusnya

Kuhembuskan asap pertama
dari sebatang rokok yang kubakar sore ini
ke atas selembar kertas karbon
setangkai bunga lalu tumbuh di atasnya

ini bukan sihir
ini tentang cinta
ini bukan puisi
ini setangkai bunga

dari kelopak kata
dari tangkai kata
benang sari kata
warnawarna dan harum kata

kurangkai hanya untukmu di sana
yang membuat serigala dalam kepalaku ingin menjadi manusia
lebih dari itu
menjadi lakilaki
lebih dari itu
menjadi lakilaki yang menciptakan masa depannya
dan seterusnya

padahal semua tahu
serigala itu hanya pengecut yang takut bercerai
dengan masa kini dan masa lalu
karenanya dia melolonglolong dalam kepala

setangkai bunga hitam
tumbuh di atas selembar kertas karbon
engkau telah menyihir seekor manusia
menjadi seorang lakilaki

dan lakilaki itu
adalah lakilaki yang membakar selembar kertas karbon
dan masa lalu yang tertulis di atasnya
agar setangkai bunga yang tumbuh di atasnya kini
tak lagi menjadi kata
tapi menjadi bunga seutuhnya
esok pagi dan seterusnya.